Rabu, 07 Desember 2016

SEMUA BERAWAL DARI RUMAH

  Maksud dan Tujuan 

Maksud dan tujuan penulisan ini adalah sebagai pesan moral dan dorongan bagi anak kami dan juga bagi siapa saja yang rindu untuk mengalamai perubahan dan terobasan dalam hidup untuk mencapai hari depan yang lebih baik.

Perspektif rumah adalah Gambar Diri

Lewat sejumlah pelajaran hidup yang kami suami isteri jalani, kami benar-benar menyadari bahwa rumah adalah diri kita sendiri. Yaitu hidup pribadi kita. Dimana manusia terdiri dari 3 (tiga) bagian kehidupan. Roh, Jiwa, dan Tubuh. Keputusan-keputusan yang diambil atas sejumlah pilihan bergantung dan berpengaruh kepada sejauhmana interaksi antara ketiga unsur tersebut. Namun sesungguhnya manusia roh kitalah yang mesti banyak mengambil peran sehingga dapat menata segenap perilaku dan tindakan kita, seperti pernyataan yang saya buat, “dari roh yang mulia terlahir jiwa dan tubah yang kuat”. Mengapa demikian, karena kekuatan manusia sesungguhnya ditentukan oleh kekuatan rohnya. Bukan sebaliknya.
Maka demikian dalam upaya memantapkan langkah untuk melewati setiap proses kehidupan, seseorang harus menaruh perhatian penting pada asupan kebutuhan rohani, baik lewat kegiatan kerohanian, interaksi social, dan pendidikan yang memadahi.

Perspektif rumah adalah Keluarga

Setelah kita memahami dan membangun rumah yang adalah diri kita sendiri, maka selanjutnya kita memperhatikan pentingnya  mambangun karekter atau kepribadian lewat hubungan interaksi social dalam kelompok kerabat terdekat yaitu keluarga atau Famly. Dimana di dalam keluarga telah tertata hubungan hirarki tanggung jawab dan wewenang, pengawasan, dan pembinaan setiap anggota yang akan dilaksanakan oleh pemimpin dalam keluarga. Hal ini menjadi penting, karena dengan demikian akan terbina dan terbentuk kemandirian yang bertumbuh dari waktu ke waktu selama sesorang masih berada dalam keluarga. Apa yang berkembang dan berubah semuanya menjadi jelas, mudah dan terkendali. Mengapa demikian, karena pemimpin dalam keluarga akan menjalankan peran langsung dalam memberikan pendampingan dan tantangan, serta peluang bagi setiap anggota untuk bertumbuh secara alami baik, psikis maupun jasmani menjadi pribadi yang siap juang.
Hal ini persis sama halnya ketika saya mengajar dan melatih anak saya dengan motivasi dan pikiran-pikiran yang memberi dia dorongan tetapi juga menantangnya untuk segera merubah sikap dan pilihan-pilihannya untuk menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Misalnya :
-           Kalau kita mau menjadi apa saja….semuanya harus dimulai dari rumah !
-       Pelajaran hitungan tidak bisa kita kuasai dengan menghafal, tetapi kita akan mudah          menguasai dengan cara berlatih, berlatih, dan berlatih (Prof. Popov, Guru Besar Fakultas Teknik Sipil, dari Rusia);
-       Tidak ada orang pintar dan orang hebat di dunia ini….yang ada adalah mereka yang mau terus belajar…belajar….dan belajar.


Dengan demikian upaya pengembangan karakter dan keterampilan diri akan menjadi tanggung jawab yang menyenangkan, karena kita bukan saja menyiapkan manusia-manusia yang kuat, tetapi menyiapkan masa depan keluarga dan bangsa secara baik. Semua harus bermulah dari rumah, karena faktanya demikian, orang-orang yang berhasil dari dalam rumah adalah orang-orang yang berhasil dalam setiap bidang di luar di mana saja mereka berpijak.