SEMUA BERAWAL
DARI RUMAH
Maksud
dan Tujuan
Maksud dan tujuan
penulisan ini adalah sebagai pesan moral dan dorongan bagi anak kami dan juga
bagi siapa saja yang rindu untuk mengalamai perubahan dan terobasan dalam hidup
untuk mencapai hari depan yang lebih baik.
Perspektif
rumah adalah Gambar Diri
Lewat sejumlah
pelajaran hidup yang kami suami isteri jalani, kami benar-benar menyadari bahwa
rumah adalah diri kita sendiri. Yaitu hidup pribadi kita. Dimana manusia
terdiri dari 3 (tiga) bagian kehidupan. Roh, Jiwa, dan Tubuh.
Keputusan-keputusan yang diambil atas sejumlah pilihan bergantung dan
berpengaruh kepada sejauhmana interaksi antara ketiga unsur tersebut. Namun
sesungguhnya manusia roh kitalah yang mesti banyak mengambil peran sehingga
dapat menata segenap perilaku dan tindakan kita, seperti pernyataan yang saya
buat, “dari roh yang mulia terlahir jiwa dan tubah yang kuat”. Mengapa
demikian, karena kekuatan manusia sesungguhnya ditentukan oleh kekuatan rohnya.
Bukan sebaliknya.
Maka demikian dalam
upaya memantapkan langkah untuk melewati setiap proses kehidupan, seseorang
harus menaruh perhatian penting pada asupan kebutuhan rohani, baik lewat
kegiatan kerohanian, interaksi social, dan pendidikan yang memadahi.
Perspektif
rumah adalah Keluarga
Setelah kita memahami
dan membangun rumah yang adalah diri kita sendiri, maka selanjutnya kita
memperhatikan pentingnya mambangun karekter
atau kepribadian lewat hubungan interaksi social dalam kelompok kerabat
terdekat yaitu keluarga atau Famly.
Dimana di dalam keluarga telah tertata hubungan hirarki tanggung jawab dan
wewenang, pengawasan, dan pembinaan setiap anggota yang akan dilaksanakan oleh
pemimpin dalam keluarga. Hal ini menjadi penting, karena dengan demikian akan
terbina dan terbentuk kemandirian yang bertumbuh dari waktu ke waktu selama
sesorang masih berada dalam keluarga. Apa yang berkembang dan berubah semuanya
menjadi jelas, mudah dan terkendali. Mengapa demikian, karena pemimpin dalam
keluarga akan menjalankan peran langsung dalam memberikan pendampingan dan
tantangan, serta peluang bagi setiap anggota untuk bertumbuh secara alami baik,
psikis maupun jasmani menjadi pribadi yang siap juang.
Hal ini persis sama
halnya ketika saya mengajar dan melatih anak saya dengan motivasi dan
pikiran-pikiran yang memberi dia dorongan tetapi juga menantangnya untuk segera
merubah sikap dan pilihan-pilihannya untuk menjadi lebih baik dari hari-hari
sebelumnya. Misalnya :
- Kalau
kita mau menjadi apa saja….semuanya harus dimulai dari rumah !
-
Pelajaran
hitungan tidak bisa kita kuasai dengan menghafal, tetapi kita akan mudah menguasai dengan cara berlatih, berlatih, dan berlatih (Prof. Popov, Guru Besar
Fakultas Teknik Sipil, dari Rusia);
-
Tidak
ada orang pintar dan orang hebat di dunia ini….yang ada adalah mereka yang mau
terus belajar…belajar….dan belajar.
Dengan demikian upaya
pengembangan karakter dan keterampilan diri akan menjadi tanggung jawab yang
menyenangkan, karena kita bukan saja menyiapkan manusia-manusia yang kuat,
tetapi menyiapkan masa depan keluarga dan bangsa secara baik. Semua harus
bermulah dari rumah, karena faktanya demikian, orang-orang yang berhasil dari
dalam rumah adalah orang-orang yang berhasil dalam setiap bidang di luar
di mana saja mereka berpijak.